Marah
Apa sih sebenarnya marah (ngamuk ) . .itu? Bagaimana pula kita bisa marah? mungkin ulasannya seperti ini. Marah merupakan salah satu bagian dari aspek emosional manusia yang merupakan reaksi atas hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya, seperti adanya ancaman, konflik ataupun ketidakadilan.yang lebih detail bisa ditanyai pada ahli psikolog dan bisa juga bertanya pada diri anda sendiri . . . .kenapa saya bisa marah?
Kondisi emosional ini mempengaruhi kondisi fisiologis manusia, misalnya meningkatnya hormon adrenalin dan cortisol. Perubahan hormon ini nantinya akan mempengaruhi penampakan fisik. Selain itu ada beberapa kondisi yang mempermudah bangkitnya emosi, di antaranya adalah badan lemah, sedang dalam keadaan kelaparan atau sakit. Bisa juga karena ada perubahan hormonal, adanya infeksi penyakit kelamin atau menopause. Nah, jadi pemicu marah banyak sekali ya.sampeyan mesti hati-hati lho dalam ngadepin orang yang lagi temenan sama si “paijo” ini.Kalo kita lagi marah, maka marah tadi membangkitkan stimulus listrik pada hipothalamus, yang akan menaikkan kadar adrenalin dalam darah. Orang yang lagi marah, nafasnya akan berat dan dalam. Denyut jantung meningkat, bahkan bisa terjadi gangguan jantung. Terangsangnya saraf simpatik akan menyebabkan bertambahnya aliran darah dari kulit, hati, dan lambung ke jantung, sistem syaraf pusat dan juga pada otot tubuh. Nafas menjadi dalam dan berat. Jantung berdebar-debar lebih cepat. Tekanan darah makin meningkat. Hormon cortisol meningkat yang akan menekan sistem imun dalam tubuh. Sistem pencernaan akan terganggu. Limpa akan berkontraksi dan membongkar timbunan darahnya.
Orang yang lagi marah dapat dikenali dengan melihat penampakan fisiknya. So, sampeyan mesti hati-hati deh kalo bertemu dengan orang yang kondisinya seperti berikut.kalau perlu di catat saja kalau nggak perlu nggak papa. Orang yang lagi marah seperti ini nih:? mata lebih lebar, memerah, bicaranya keras bin teriak-teriak, gerak lebih cepat dan lebih kuat. Nah kalau ketemu dengan yang beginian, segera cabut and undur diri.

marah ntu ga baek loh,,
sori baru bisa ngomen sekarang, baru balik dari hiatus,, sori yah,,
waah rada berat nih isinya…marah kadang juga bisa menjadi sebuah kebutuhan loh…hehehe
ada lho marah yang terkendali….
owh sekarang aku tau kalau marah itu gak baek (pake elmu pengetahuan
)
Marah itu manusiawi kok. Even orang yang kerjaannya berurusan dengan sampah emosi orang lain setiap hari. Pun orang yang ngerti psikologi emosi. Tapi yang membedakan adalah gradasi marahnya. Orang yang stabil, biasanya marah dengan porsi yang tepat, pada orang yang tepat, dengan cara yang tepat. *menthung-awake-dhewe*
Tapi saya kalok marah tu malah diem ya…
mending diem dari pada mengumpat orang lain atau berbuat ngga jelas (bunuh diri ato mabuk2an contohnya).
hehehe…
marah adalah sesuatu yang pasti ada dalam diri manusia…
Orang mabuk sering memiliki ciri-ciri seperti yang Anda sebut, tapi mereka tidak marah.. piye jal?
hehe … jadi inget rumus matematika, mas karebet. – x – hasilnya pasti plus, hehe … kalau marah dihadapi dg marah, ya berantem. tapi kalau harus mundur dan cabut, nanti dikira pengecut. terus gimana?
wah nice inponya juragan
marah itu lupa..
hayo.. ada yg bisa jelasin ?
kalau yang namanya lupa pasti tidak ingat pak dhe . . . . kecuali Ngelupa sudah beda lagi itu. biasanya /umunya manusia kalau marah dengan nafsu . . . . .mungkin ada yang lebih pepak jawabannya poro rawuh piye jal pak dhe
Nyuwun ingkan pepak? Buku Emotional Intelligence — Daniel Goleman dipun waos rumiyin kemawon.
la niki mngkin sing lueh ngertos dateng mbak gira tentang Emotional Intelligence
kabarnya
klo marah sekali-sekali gpp mas
malah baik buat kesehatan
sport jantung
hi,,..hiii