Pasca Pemilu

2009 April 18
oleh cikal

Pemilihan Umum Legislatif telah berlalu seminggu lebih. Hingga kini kita masihmenantikan hasil akhirnya yang sedang dalam masa penghitungan. Walaupun diwarnai dengan berbagai hal yang tidak kita inginkan (seperti masalah DPT dan pelanggaran-pelanggaran lainnya), kita tetap berharap semoga Pemilu kali ini bisa menghasilkan para anggota legislatif yang handal, berkualitas, berintegritas, dan mau berkorban untuk rakyat yang telah memilihnya.

Menjelang Pemilihan Presiden (pilpres) Juli mendatang perolehan suara Partai Demokrat ini tentu akan menjadi modal yang sangat berharga. Bukti masih menjualnya figur SBY dengan sejumlah keberhasilan pencitraan positif pemerintahannya, akan memudahkan Partai Demokrat untuk memenangi Pilpres. Sebaliknya, bagi para pesaingnya hal tersebut akan menjadi tantangan yang sangat berat Kecuali ada post major (kejadian khusus) yang sangat merugikan pemerintahan SBY, maka akan sangat sulit dalam waktu tiga bulan membangun citra gabungan partai politik dengan figur-figur yang diusungnya menyaingi SBY.

Opini publik yang sudah kadung positif dalam menilai figur SBY, jelas bagai batu karang kuat yang susah untuk dilawan. Meski masih 20% pemilih dibandingkan para pesaingnya. tapi efek dari pemilihan umum kai ini lebih hebat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. karena sampai ada yang bunuh diri dengan si jabang bayi yang masih dalam kandungan, ada yang datangi para normal juga untuk menghilangkan stres nya. bahkan ada yang sedia payung sebelum hujan yaitu menyiapkan tempat dirumah sakit jiwa apa bila nanti sesusai pemilihan umum mengalami gangguan jiwa. semoga dari pemilihan tahun 2009 membawa kemajuan negara  kita.

Dolalak

2009 April 11
oleh cikal

Purworejo adalah suatu daerah di jawa tengah bagian  selatan. atau yang pastinya sebelah barat yogyakarta. daerah ini mempunyai kesenian unik yaitu Dolalak.  kalau orang desa jaman dulu menyebutnya jidur. arian ini merupakan peninggalan pada zaman penjajahan Belanda. Asal kata Dolalak adalah dari not Do dan La karena tarian ini diiringi hanya dengan alat musik dua nada, tentunya pada zaman dulu awal mula Dolalak Seiring perkembangan zaman dan teknologi, tarian Dolalak sekarang sudah diringi dengan musik modern, yaitu keyboard. Lagu-lagu yang dimainkan pun bervariasi dan beragam.Penari Dolalak hanya dilakukan oleh para wanita, berseragam hitam dengan aksesoris yang gemerlapan juga ada aksesoris yang khas yaitu kacamata hitam. Penari-penari Dolalak bisa mengalami trance, yaitu suatu kondisi mereka tidak sadar karena sudah begitu larut dalam
tarian dan musik. read more…

Marah

2009 April 4
oleh cikal

Apa sih sebenarnya marah (ngamuk )  . .itu?   Bagaimana pula kita bisa marah?  mungkin  ulasannya seperti ini. Marah merupakan salah satu bagian dari aspek emosional manusia yang merupakan reaksi atas hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya, seperti adanya ancaman, konflik ataupun ketidakadilan.yang lebih detail bisa ditanyai pada ahli psikolog dan bisa juga bertanya pada diri anda sendiri . . . .kenapa saya bisa marah?

Kondisi emosional ini mempengaruhi kondisi fisiologis manusia, misalnya meningkatnya hormon adrenalin dan cortisol. Perubahan hormon ini nantinya akan mempengaruhi penampakan fisik. Selain itu ada beberapa kondisi yang mempermudah bangkitnya emosi, di antaranya adalah badan lemah, sedang dalam keadaan kelaparan atau sakit. Bisa juga karena ada perubahan hormonal, adanya infeksi penyakit kelamin atau menopause. Nah, jadi pemicu marah banyak sekali ya.sampeyan mesti hati-hati lho dalam ngadepin orang yang lagi temenan sama si “paijo” ini. read more…

Modernisme

2009 Maret 18
oleh cikal

Adoh ratu cedak watu jauh dari raja dekat dengan batu. Kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan eksistensi Banyumas atau wong Banyumas. Secara politik, tak pernah ada raja yang berkeraton di wilayah yang dikelilingi pegunungan ini, yang ada hanya adipati. Banyumas sekarang kabupaten di Jawa Tengah—menjadi sebuah daerah perdikan dan negeri ”mancanegara”, baik pada masa Majapahit dan Mataram (Jawa) maupun Pajajaran (Sunda). Kondisi tersebut membuat wong Banyumas berkesempatan mengembangkan budaya sendiri yang khas dan unik. Satu unsur budaya yang lekat di masyarakat Banyumas dan masih bertahan hingga kini adalah dialek bahasa ngapak-nya. Konon, dialek ngapak ini adalah bahasa Jawa murni atau bahasa Jawadwipa. Banyumas juga kaya akan kesenian khas, seperti ebeg, cowongan, lengger, genjringan, ujungan, udhun-udhunan, begalan, memedi sawah, dan kentongan. Seni-seni tersebut agak berbeda dengan seni budaya yang berkembang di Jawa maupun Sunda. Namun, derasnya pengaruh modernisme kini mulai mengikis eksistensi budaya-budaya lokal tersebut. Pentas lengger, ebeg, dan kenthongan kini mulai jarang terlihat.

read more…

Maulid

2009 Maret 7
oleh cikal

Maulid  merupakan salah satu peringatan hari besar Islam yang tergolong istimewa bagi komunitas muslim Indonesia. Selama 12 hari di awal bulan Rabi”ul Awwal (Mulud kata orang Jawa), sebagian umat Islam melakukan “napak tilas” kehidupan Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan sejarah dan biografinya. maulid_dalam

Sejarah yang lebih banyak berupa sanjungan dan pujian itu, merupakan simbol takzim umat Islam kepada nabi pembawa risalah Islam yang lahir pada 12 Rabi”ul Awwal Tahun Gajah (571 M). Selain pembacaan al Barjanzi dan kitab sejenisnya al-Diba” dan al-Burdah) sepanjang bulan ini dan seringkali meluber pada bulan berikut, umat Islam menyelenggarakan beragam kegiatan, seperti pengajian, dimeriahkan pula dengan lombalomba Islami.

Di Keraton Solo atau Yogyakarta, peringatan kelahiran nabi akhir zaman ini mewujud dalam bentuk Gerebek Mulud atau Sekatenan.  Maulid adalah kekayaan budaya umat Islam. Sebagai budaya, ia harus dilihat menurut kebeningan batin. Mauludan hanyalah sarana untuk syiar Islam. Mauludan merupakan simbol dari ekspresi kecintaan umat kepada nabinya. Tentu semua sepakat, seluruh praktik budaya yang mengarah pada syirik harus dibersihkan. Cara yang terbaik bukan melarang Mauludan, tapi menambah isi Islam dalam peringatan tersebut. Katakanlah, al-Barjanzi tidak sekadar disenandungkan, tapi juga dipahami artinya dan diimplementasikan dalam keseharian.